Dara tertawa, meninggalkan Rendra di sofa sambil melambai-lambaikan tangan. Dia mengayun langkah menuju dapur dengan semangat, membuka kulkas dan mulai mengamati isinya.“Sayurnya masih ada, telur, ayam …” Dara bergumam sendiri sambil mengeluarkan bahan-bahan masakan. “Aku bikin sop ayam kesukaan kamu aja, ya Bi?”Rendra yang sudah bangkit dari sofa mendekat, berdiri di ambang pintu dapur dengan tangan bersedekap. “Apa aja yang penting kamu yang masak, aku suka.”Dara menoleh, melotot. “Huh, gombal!!”Rendra tertawa lepas, senyumnya mengembang sempurna. “Bukan gombal. Serius. Masakan kamu selalu enak.”“Pernah waktu itu kamu bilang sop aku keasinan,” kata Dara.“Itu kemarin dulu. Sekarang pasti nggak lagi,” sahut Rendra.Dara menggeleng-geleng, tetapi senyumnya tak bisa disembunyikan. Ia kembali sibuk dengan panci dan wajan, sementara Rendra memilih duduk di kursi bar dekat dapur, mena
Última actualización : 2026-02-19 Leer más