Mereka berempat tertawa bersama. Di ranjang rumah sakit yang tadi pagi masih dipenuhi kecemasan, kini tawa menghangatkan ruangan. Dara memandang adiknya, lalu Irvan, lalu Rendra. Dalam hati, ia bersyukur.Setelah semua badai yang menerpa, ada pelangi yang mulai muncul. Irvan, yang selama ini menjadi sahabat setia dari masa sekolah, kini menjadi bagian dari keluarga mereka dengan cara yang berbeda. Dan Nina, adiknya yang selama ini dia khawatirkan akan jatuh ke pria yang salah, akhirnya menemukan seseorang yang tepat.“Eh, kalau kalian nikah, aku bakal jadi ipar sama sahabat aku sendiri,” kata Dara tiba-tiba.Semua terdiam, lalu pecah tawa lagi.“Hubungan yang rumit, kayak dunia kita selebar daun kelor,” komentar Rendra sambil geleng-geleng kepala.“Tapi seru,” balas Irvan. “Kita bisa liburan bareng.”Nina mengangguk antusias sambil menggenggam tangan Dara. “Iya! Kak, kita bisa double date nanti!”
Última actualización : 2026-02-18 Leer más