“Jelaskan padaku, apa maksud dari ini semua?” David mengeluarkan ponsel Celina dari sakunya. Celina terang terkejut. Seingatnya, sebelum pergi ia sudah membuang ponsel itu ke semak-semak. 'Ini … kau ..,” ekspresinya masih bingung. “Hm,” David sedikit menaikkan tangan seolah meminta Celina mengambil kembali ponselnya. Celina menghela nafas, ia memutar tubuh dan turun dari ranjang. Rasanya tidak ingin menatap David terlalu lama. Celina membuka tirai dan jendela lebar-lebar, membiarkan udara pagi menembus permukaan porinya. Sejenak, ia memejamkan mata. “Kenapa kau tidak jujur padaku Celina?” David berdiri sejajar dengannya, menatap dalam Celina yang masih betah membisu. “Aku sudah tahu semuanya,” ia menjeda sejenak.”kau dan Daniel ..,” Celina membuka mata dan menoleh cepat, balas menatap David seolah memastikan telinganya tak salah mendengar. “Apa, yang kau tahu …,” Keduanya saling menatap. David masih terdiam. Untaian jawaban itu rasanya terlalu berat untuk diucapkan. “Apa …
Ler mais