Sayang sekali, Seto itu terlalu lemah!Freddy kembali merangkul Vian, lalu melirik ke arah Leo yang terkapar di bawah kakinya. Dengan nada menghina, dia bertanya, “Sekarang kamu sudah tahu Vian itu wanita siapa, ‘kan?”Leo berusaha membuka matanya, dia melihat mata Vian berbinar penuh cinta, sambil bersandar mesra di samping Freddy. Melihat tatapan mengejek dari Freddy, mata Leo memerah penuh amarah. Dia berteriak, “Freddy! Kalau berani, bunuh aku hari ini! Kalau nggak, hanya salah satu di antara kita yang boleh hidup di Kota Kratau!”“Sepertinya kamu nggak terima? Masih berniat cari masalah denganku dan mengganggu wanitaku?”Kilatan dingin melintas di mata Freddy.Hal yang paling dia benci adalah masalah berlarut!Sambil menahan injakan kaki Freddy, Leo berteriak histeris, “Tentu saja aku nggak terima! Kalau punya nyali, lepaskan aku! Aku akan panggil anak buahku sekarang juga! Aku akan membuatmu mati mengenaskan!”“Panggil anak buah?”Freddy terkekeh, “Silakan, aku izinkan!”Usai bic
더 보기