“Vian! Jangan keterlaluan!”Ujar Kelly dengan dingin, tatapannya tampak dingin.Vian tertawa mengejek, “Kak Kelly, saat Ibumu menghina Kak Freddy, kamu nggak merasa itu keterlaluan. Tapi giliran aku memanggilnya nenek tua, kamu malah bilang aku keterlaluan. Kok kamu munafik sekali?!”Seketika, Kelly terbungkam dan tak bisa menjawab.“Ibu, sudahlah. Nggak perlu diladeni, ayo kita masuk saja.”Ajak Kelly yang tak ingin membuat keributan.“Mana bisa begitu?!”Sifat angkuh Nia kumat. Dia memamerkan undangan VIPnya di depan Vian dan Freddy, sambil mencibir, “Aku mau kalian minta maaf padaku! Kalau nggak, percaya atau nggak, aku bisa membuat kalian nggak bisa masuk ke acara malam emas hari ini!”Melihat undangan VIP itu, ekspresi wajah Vian agak berubah.Undangan VIP adalah simbol status dan kekuasaan.Jika benar-benar terjadi konflik di acara ini, pihak penyelenggara pasti akan memihak pemegang undangan VIP!Keuntungan selalu menjadi penentu segalanya!Melihat perubahan ekspresi Vian, Nia m
더 보기