Zien Cheng tak mampu menjawab permintaan Mei An, membuat gadis itu pulang lebih dulu meninggalkannya. Zien Cheng tak langsung pulang, ia masih berdiri di tempat yang sama sambil memikirkan permintaan Mei An yang teramat sulit baginya."Tidak mungkin aku menolak takdir, tetapi rasanya tak mungkin juga aku melepas cintaku pada Mei An. Cinta ini benar-benar menjadi pilihan yang teramat sulit. Tetapi tetap saja, aku harus memilih apa yang telah diamanahkan padaku. Mei An, maafkan aku. Aku tak bisa memilihmu walau hatiku sangat ingin menjadikanmu pilihan utama dalam hidupku," gumma Zien Cheng dengan mata berkaca-kaca.Secara tiba-tiba terdengar suara gemuruh air. Entah dari mana asalnya. Zien Cheng menelisik sekitar, tetapi tak menemui air sedikitpun."Dari mana datangnya suara air itu jika tak di dekat sini?" monolognya bingung.Zien Cheng mulai berjalan meninggalkan taman bunga, menuju sumber suara air yang lebih jelas kedengarannya. Entah berapa langkah yang sudah ia ambil untuk menjump
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-02-10 อ่านเพิ่มเติม