Zien Cheng berusaha keras untuk keluar dari penjara itu. Ia mencoba melepaskan rantai yang membelit kedua kakinya. Namun, tak ada membuahkan hasil apa-apa. Zien Cheng sudah berkeringat banyak. Ditambah keadaan penjara yang sangat gelap, semakin menyiksa Zien Cheng yang nyaris putus asa."Apa yang mereka lakukan dengan kedua pedangku? Ini benar-benar buruk. Tanpa pedang peninggalan Pendekar Naga Hitam, aku tak akan bisa berbuat apa-apa. Lalu pedang dari Grandmaster aku tak bisa membiarkan diambil oleh orang lain. Ini adalah janji yang aku buat sendiri. Aku tak bisa membiarkannya menjadi milik orang lain," gumam Zien Cheng.Zien Cheng tak bisa memikirkan solusi apapun. Ia tak memiliki kekuatan lebih, ia tak bisa melanjutkan perjuangannya jika seperti ini. Lambat laun matanya merasakan kantuk yang luar biasa. Melupakan keresahannya, Zien Cheng pun menutup kedua matanya dengan rapat. Kesadarannya pun terenggut begitu saja.Tak terduga, ternyata rasa kantuk itu adalah sebuah panggilan bagi
Read more