Niko bertepuk tangan kencang begitu Zayyan dan anak buahnya pergi dari cafe miliknya.“Lang, kau luar biasa! Bagaimana bisa kau sehebat itu?”Belum sempat Elang merespon, Niko sudah berkata lagi, “Yah, aku tahu kau memang bisa bela diri. Tapi kurasa ini … benar-benar berbeda. Kau seperti petarung tak tertandingi, Lang.”Pria itu bersiul, tapi Elang justru berkata, “Nik, cafemu. Aku ….”“Tidak masalah. Ini bukan salahmu.” Niko berkata santai seolah itu memang bukan sebuah hal besar.Elang mengerutan kening, tampak tidak nyaman.“Bantu saja aku membereskan semua ini, Lang!” kata Niko penuh pengertian yang tahu bahwa Elang tidak mungkin bisa membantunya memulihkan cafenya.Niko dan Elang sedang berbincang santai di cafe yang sedang mereka bereskan bersama, ketika Yasa Wiraya tiba-tiba datang bersama Yandra, asisten pribadinya."Elang, maaf banget aku terlambat!" Yasa berkata dengan ekspresi menyesal.Elang yang sedang membuang barang tidak berguna, mengangkat kepala. "Tidak apa-apa, Yasa
Last Updated : 2025-12-26 Read more