Elang menjawab dengan cepat, “Ya.”Lora menelan ludah, terlihat agak cemas tapi Elang langsung menambahkan, “Apa kau keberatan kalau kau menemaniku dan kembali berpura-pura menjadi kekasihku, Lora?”Seketika wajah Lora memerah, “Bos, bukan itu yang saya maksud. Saya … adalah asisten pribadi Anda. Sudah menjadi tugas saya untuk menemani Anda kemanapun Anda pergi. Dan untuk … berpura-pura menjadi kekasih Anda, saya sama sekali tidak keberatan.”“Justru saya merasa ….” Lora tergagap tiba-tiba, Elang masih menunggu gadis itu dengan sabar, tidak terlihat memaksanya untuk berbicara. Gadis muda itu pun mendadak malah kehilangan suaranya karena terlalu malu. Tapi dia tahu bahwa dia harus tetap melanjutkan perkataannya karena dia tidak ingin bosnya salah paham kepadanya. “Malahan sayalah yang mengawali sandiwara itu. Saya sungguh-sungguh merasa khawatir kalau Anda terganggu dengan sandiwara itu,” jelas Lora dengan kepala tertunduk.Elang terdiam selama beberapa saat. Tapi tak lama kemudian d
Last Updated : 2026-01-11 Read more