Devan mengantarkan Alicia sampai ke depan ruang kerjanya. Namun setelah pintu terbuka, pria itu tidak langsung pergi.Alicia yang baru saja hendak masuk akhirnya menoleh kembali. Ia memandang Devan dengan sedikit bingung.“Ada apa?” tanyanya pelan.Devan berdiri sambil memasukkan kedua tangan ke saku celana. Tatapannya tertuju penuh pada Alicia.“Kamu jangan terlalu capek, ya.”Nada suaranya terdengar serius. Bukan sekadar basa-basi.Alicia langsung tertawa kecil.“Semua pekerjaan sudah kamu kasih ke orang lain, Dev,” katanya sambil menggeleng pelan. “Aku cuma mengontrol semuanya. Memastikan semuanya berjalan baik. Kalau ada rapat, aku yang memimpin. Ya… kurang lebih seperti bos pada umumnya.”Ia tersenyum lebar.“Dan jujur aja, aku nggak merasa capek.”Devan memperhatikannya dengan tenang.“Aku cuma khawatir.”Kalimat sederhana itu membuat hati Alicia terasa hangat.“Justru dulu waktu masih jadi dokter biasa, itu lebih capek,” lanjut Alicia sambil bersandar santai di dekat pintu ruan
Last Updated : 2026-04-30 Read more