Arabella menguap kecil, refleks menutup mulutnya dengan punggung tangan. Matanya mulai berat, namun ia masih berusaha bertahan.Sofia yang duduk di sampingnya tersenyum lembut. Tangannya terangkat, mengusap pipi gadis kecil itu dengan penuh kasih.“Sudah mengantuk, ya?” tanyanya pelan.Arabella mengangguk. Ia bergeser lebih dekat, menyandarkan tubuh kecilnya ke sisi Sofia.“Tapi…” gumamnya manja, “aku mau Tante Sofia yang menidurkan aku. Terus… ceritakan dongeng juga.”Nada suaranya polos. Jujur. Dan menggemaskan.Sofia tertawa kecil, hatinya langsung terasa hangat.“Baiklah,” jawabnya lembut. “Kalau begitu, kita ke kamar sekarang, ya.”Senyum Arabella langsung melebar. Ia menggenggam tangan Sofia erat, seolah takut wanita itu menghilang.Sementara itu—Alicia berdiri bersama Devan, bersiap pulang. Sebelum melangkah keluar, ia menoleh.“Mom, kami pulang dulu, ya.”Sofia menoleh, masih menggenggam tangan Arabella.“Iya. Hati-hati di jalan.”“Baik, Mi,” jawab Alicia sambil tersenyum han
Last Updated : 2026-04-27 Read more