Gemercik gerimis di luar kaca mobil seolah mendukung suasana hati Alicia yang masih dibayangi kegelisahan. Di balik kemudi, Devan fokus menatap jalanan kota yang mulai padat. Namun, ketenangan pria itu terusik saat Alicia perlahan menurunkan layar ponselnya, menampilkan tajuk berita utama media hiburan pagi ini. "Aku melihat berita terbaru tentang Vivian," ucap Alicia lirih, memecah keheningan di antara mereka. Devan melirik Alicia sesaat. Sudut bibirnya terangkat, membentuk senyum tipis yang sarat akan kepahitan. "Andaikan waktu itu dia tidak mempermainkan aku, mungkin aku bisa bertemu denganmu lebih cepat." Kalimat itu meluncur begitu saja, terdengar sangat memprihatinkan di telinga Alicia. Ada nada penyesalan yang mendalam di sana. Lebih dari tiga tahun Devan hidup seperti orang bodoh. Dia menganggap Vivian adalah malaikat pelindung, penyelamat hidupnya. Demi wanita itu, Devan rela mengorbankan apa saja—waktu, uang, bahkan harga dirinya. Padahal, kenyataannya berbanding terb
Last Updated : 2026-05-19 Read more