Kepala Rayan rasanya mau pecah. Kepala pria itu mendadak pening luar biasa diserang tekanan dari dua arah secara bersamaan. Di sebelah kirinya, Rebecca tersenyum manis seraya menatapnya penuh minat. Sementara di sebelah kanannya, Charlotte duduk menunduk kaku, berusaha keras meredam getaran di tubuhnya."Kapan kamu kembali dari luar negeri, Rayan?" tanya Rebecca membuka percakapan, memiringkan tubuhnya agar bisa menatap Rayan lebih dekat.Rayan mengepalkan tangannya di balik paha, berusaha keras menguasai diri agar ekspresi wajahnya tidak runtuh."Sudah cukup lama," jawab Rayan singkat, datar, dan begitu dingin."Benarkah? Kamu kejam sekali, tidak memberi tahu aku." Rebecca tersenyum makin lebar, memoles helai rambutnya ke belakang telinga. "Padahal waktu kamu di luar negeri, aku sangat rindu dengan mu. Aku berusaha telpon kamu, tapi sayangnya kamu sepertinya sudah ganti nomor telepon. Nomor telepon Indonesia sudah tidak kamu gunakan." Rebecca menebak sendiri. "Iya, aku ganti nomor
Last Updated : 2026-07-30 Read more