"Waktu itu, aku sangat berharap... andaikan tidak boleh masuk ke dalam ruangan, diizinkan untuk melihat dari jauh saja aku sudah senang. Namun sayangnya kesempatan itu tidak pernah aku dapatkan. Aku bahkan ingin mengintip ke dalam. Melihat dari celah kecil pun aku sudah bahagia. Tapi ternyata, pintu penjagaan mereka sangat rapat. Aku tidak bisa melihat sedikit pun ke dalam."Suara Charlotte mulai parau, sarat akan keputusasaan yang teramat dalam. "Hanya seketika ketika pintu dibuka sebentar, aku berusaha untuk mengintip. Namun tetap saja, aku tidak bisa melihat dengan jelas... tertutup oleh kemewahan mereka."Sinta menangis tersedu-sedu mendengar cerita putrinya, menyadari betapa kejam dunia memperlakukan anak yang dulu ia jadikan alat untuk merebut suami orang."Bagaimana cara aku memohon... jika untuk sekadar mendekat saja aku sudah ditolak mentah-mentah?"Charlotte kemudian tertawa kecil—sebuah tawa sumbang yang terdengar jauh lebih menyakitkan daripada tangisan."Meskipun usia Mam
Last Updated : 2026-07-24 Read more