"Jadi, terhitung sudah 4 hari, si cowok itu gak ada chat lo?" Tanya Shreya.Arabella hanya mengangguk pasrah, dengan embusan nafasnya yang dia keluarkan. "Bagus dong, bearti dia udah nyerah buat gangguin lo," "Gak ada yang bagus, Shre.. justru gue merasa khawatir, dibalik diam dia pasti ada rencana lain yang lebih menakjubkan," Shreya pun terdiam, dengan raut wajah seolah berpikir. "Aaahhh... gak, itu gak mungkin. Gue rasa dia benar benar sudah mundur dan gak akan buat hidup kita, terutama hidup lo susah lagi," ucapnya dengan kedua alis yang dia naik turunkan. Arabella menatap tak percaya sahabatnya ini. "Shre, lo udah ingat, si Azael ini CEO di perusahaan mana?" Tiba-tiba saja dia teringat akan satu pertanyaan yang belum Shreya jawab. Shreya mengalihkan pandangannya, dengan bola mata yang dia lirikan ke kanan dan kiri, seolah mencari alasan yang pas, karena dia belum mengetahuinya. Lebih tepatnya, dia tidak menanyakannya kembali pada sang ayah, karena dia malas berhubungan dengan
Read more