Share

Bab 16-Baking

Author: Cinta94
last update Last Updated: 2026-01-01 09:34:47

Arabella baru saja tiba di rumahnya. Dia tidak bisa terus menerus terbawa perasaan seperti ini, dia harus bisa menyesuaikan, jika terus memasang wajah menyedihkan seperti ini, maka akan membuat kedua orang tuanya khawatir.

"Ibu..." panggilnya kala dia sudah membuka pintu, bukan panggilan lebih tepatnya teriakan.

"Kenapa, Bella." Panik Arunika, karena teriakan Arabella.

"Kak, udah kaya di hutan tahu gak, teriak-teriak aja lo," protes Azelan.

Arabella tidak memperdulikan adiknya tersebut, dia lebih memilih menghampiri sang ibu dan ayah.

"Bu... ada pesanan untuk hari sabtu besok. Acara besar perusahaan." Hebohnya seraya menatap Arunika dan Andi bergantian, dengan tangan yang mengenggam jemari Arunika.

Seketika Arunika dan Andi mematung, mencerna ucapan putri mereka.

"Kamu serius, Nak?" Tanya Andi memastikan.

Dengan wajah senang Arabella menganggukkan kepalanya. "Serius Ayah. Bu Eliza sendiri yang memberitahu aku. Katanya, CEO di kantor suka sekali sama cake tiramisu yang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 16-Baking

    Arabella baru saja tiba di rumahnya. Dia tidak bisa terus menerus terbawa perasaan seperti ini, dia harus bisa menyesuaikan, jika terus memasang wajah menyedihkan seperti ini, maka akan membuat kedua orang tuanya khawatir. "Ibu..." panggilnya kala dia sudah membuka pintu, bukan panggilan lebih tepatnya teriakan. "Kenapa, Bella." Panik Arunika, karena teriakan Arabella. "Kak, udah kaya di hutan tahu gak, teriak-teriak aja lo," protes Azelan. Arabella tidak memperdulikan adiknya tersebut, dia lebih memilih menghampiri sang ibu dan ayah. "Bu... ada pesanan untuk hari sabtu besok. Acara besar perusahaan." Hebohnya seraya menatap Arunika dan Andi bergantian, dengan tangan yang mengenggam jemari Arunika. Seketika Arunika dan Andi mematung, mencerna ucapan putri mereka. "Kamu serius, Nak?" Tanya Andi memastikan. Dengan wajah senang Arabella menganggukkan kepalanya. "Serius Ayah. Bu Eliza sendiri yang memberitahu aku. Katanya, CEO di kantor suka sekali sama cake tiramisu yang

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 15-Menyedihkan

    "Astaga, Altair.. gue kira gak separah ini loh." Kaget Giselle kala melihat kondisi Altair yang terbaring di atas brankar rumah sakit, dengan kondisi kaki yang diperban, dan juga beberapa memar di tangan, serta keningnya. "Kamu benaran jatuh di depam kamar mandi?" Tanya Eliza, karena sepertinya bukan terpeleset biasa. Altair memasang muka yang menyedihkan. "Sebenarnya, saya terserempet mobil saat akan berangkat ke kantor," Seketika Eliza, Arabella, dan Giselle pun kaget mendengarnya. "Kenapa kamu bilang pada saya jatuh di kamar mandi?" "Saya tidak mau membuat kalian heboh saja." Sebenarnya dia tidak ingin membuat rekan kerjanya ini khawatir, tetapi semua diluar kendalinya. Karena tanpa sepengetahuannya Eliza, Bela, dan Giselle datang untuk menjenguk dia di rumah sakit. "Lo benar benar ya, Al. Kalau Bu Eliza gak ngajak kita kesini, kita gak akan tahu kejadian sebenarnya." Omel Arabella, mau bagaimana pun, tetap saja Altair tidak bisa berbohong pada mereka, meskipun niatnya bai

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 14-Galau

    "Jadi, terhitung sudah 4 hari, si cowok itu gak ada chat lo?" Tanya Shreya.Arabella hanya mengangguk pasrah, dengan embusan nafasnya yang dia keluarkan. "Bagus dong, bearti dia udah nyerah buat gangguin lo," "Gak ada yang bagus, Shre.. justru gue merasa khawatir, dibalik diam dia pasti ada rencana lain yang lebih menakjubkan," Shreya pun terdiam, dengan raut wajah seolah berpikir. "Aaahhh... gak, itu gak mungkin. Gue rasa dia benar benar sudah mundur dan gak akan buat hidup kita, terutama hidup lo susah lagi," ucapnya dengan kedua alis yang dia naik turunkan. Arabella menatap tak percaya sahabatnya ini. "Shre, lo udah ingat, si Azael ini CEO di perusahaan mana?" Tiba-tiba saja dia teringat akan satu pertanyaan yang belum Shreya jawab. Shreya mengalihkan pandangannya, dengan bola mata yang dia lirikan ke kanan dan kiri, seolah mencari alasan yang pas, karena dia belum mengetahuinya. Lebih tepatnya, dia tidak menanyakannya kembali pada sang ayah, karena dia malas berhubungan dengan

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 13-Lelah

    "Maaf, saya terlambat," ucapnya seseorang, membuat Azael yang tengah fokus pada tabnya mengalihkan pandangannya. Terlihat wajahnya yang terlihat lelah, belum lagi nafasnya yang naik turun, mungkinkah dia terburu-buru saat menuju kesini. Satu lagi, koper kecil di tangannya. Nampaknya dia langsung menuju ke restoran. Tanpa menunggu dipersilakan pun, Arabella sudah mendudukkan tubuhnya di atas kursi. Karena melihat respon Azael yang hanya terdiam. Azael kembali mendapatkan kesadarannya. "Terlambat setengah jam lebih." Arabella hanya bisa terdiam, dia bingung harus beralasan apa. "Apakah habis melakukan perjalanan bisnis?" Tanya Azael yang membuat Arabella langsung menganggukkan kepalanya. "Oh... ya, benar. Em.. perusahaan mengirim saya untuk melakukan perjalanan bisni kali ini," sahutnya dengan seulas senyum. Azael menyenderkan kembali punggungnya pada sandaran kursi, melipat kedua tangannya di dada, lalu memperhatikan penampilan Arabella. "Apakah perusahaan tidak member

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 12-Tiba

    Tepat pukul 17.00, Azael tiba di restoran bintang. Sesuai dengan apa yang dia janjikan. Dirinya tersenyum penuh kemenangan kala melihat meja yang dia reservasi masih kosong, belum terisi oleh seseorang disana. Rasa penuh kemenangan memuncah dalam hatinya. Azael mendudukan dirinya di atas kursi, lalu memesan satu minuman untuknya, sati cangkir kopi. Dengan santainya dia terduduk, kaki kanannya bertumpu di atas kaki kiri, dengan fokus mata tertuju pada tab ditangannya. Sesekali dia melihat jam di layar tabnya, sudah setengah jam berlalu, tapi sosok wanita yang dia tunggu masih belum menampakkan wujudnya. Sementara itu dilain tempat.. "Bel, udah selesai?" Tanya Dinda. Bella pun mengaitkan resleting kopernya, lalu menyusul Dinda yang sudah rapih sedari tadi. "Ayok!" Mereka pun berjalan keluar kamar untuk menuju loby hotel. Sejak pukul 13.30 pekerjaan mereka sudah selesai, awalnya beberapa dari mereka berinisiatif untuk tinggal dan menikmati keindahan bali, namun yang lain

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 11-Sebuah Pertemuan

    "Gak nyangka sih bisa ketemu sama lo disini. By the way apakabar?" Tanya Lyana Zavendra.Lyana adalah teman satu sekolah Arabella dan juga Shreya tentunya. Namun mereka tidak memiliki hubungan yang baik, karena ada beberapa kesalah pahaman antara Bella dan Lyana."Gue baik." Jawab Bella dengan senyum yang dia paksakan."Sendiri aja?" Sebuah pertanyaan yang terdengar seperti ejekan."Kebetulan ada kerjaan, jadi ramean sama tim di kantor.""Oh... dinas luar kota, gue kira lo lagi liburan sama pacar." Sahutnya dengan senyuman mengejek, "kalau gitu gue duluan ya, Zayan udah nungguin di depan. By, Bel." Sambungnya.Wanita itu pun melangkahkan kakinya keluar, meninggalkan Arabella dengan senyum penuh kemenangan.Arabella tidak menangka jika dia akan bertemu dengan teman lamanya disini, dan satu lagi, jika memang takdir tak berpihak padanya, maka dia akan bertemu dengan Zayan, karena pria itu pun berada disini."Oh Tuhan, semoga aku tidak bertemu dengannya disini." Harapnya.Dia pun keluar d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status