Victor dan Siti berada di mobil menuju ke kantor. Keadaan awalnya tenang, sebelum akhirnya Victor nyeletuk. "Lu udah sama Bokap gue, masa mau sama Abang gue juga sih, Ti?" gerutunya. Siti menghela nafas mendengar gerutuan itu. "Gue tahu maksud lu, Victor, tapi apa yang lu pikirin tuh jauh dari realita." Siti sudah sangat lelah untuk menanggapi hal itu, tapi ia juga tahu bahwa Victor tidak akan diam sebelum menemukan jawaban dari rasa penasarannya. "Ya udah, jelasin! Maksud lo apa sampai masuk ke kamarnya Julian? Kata gue mah, kalau misalnya lu mau ngomong, ya di luar kamar. Kalau di dalam kamar, gue nggak bisa positive thinking dong!" ujar Victor dengan santai. "Ya wajar." "Yabudah, lu jelasin." "Ngapain, lu kepo karena penasaran aja atau emang ini sesuatu yang sangat bahaya banget buat lu?" tanya Siti. "Bukan bahaya buat gue, tapi keluarga gue, Anjir! Lu orang baru di sini, kan? Lu udah jadi Nyonya di rumah gue, dan kalau lu ada hubungan sama Julian, gue sampai mikir k
اقرأ المزيد