"Menurutmu gimana?" tanya Kieran dari sebrang sana. "Aku bingung, takut juga." Kieran pun terdiam sejenak. Di sebrang sana terdengar suara seseorang sedang presentasi, yang kemungkinan Kieran sedang rapat. Siti jadi merasa bersalah, ia malah mengganggu aktivitas Kieran. "Mas, kalo kamu sibuk, nanti aja gak papa." "Enggak, bentar..." Kemudian Kieran mengatakan sesuatu pada bawahannya. "Saya keluar dulu sebentar, biar Keiron yang mewakili dulu." "Baik, Pak," jawab mereka serempak. Terdengar juga suara Kieran membuka dan menutup pintu, kemudian langkah kakinya juga terdengar. Barulah setelah langkah kakijya berhenti selama semenit, Kieran menjawab. "Ya udah, kalo kamu masih ragu biar nanti masalah berita itu aku yang urus. Kamu santai aja," jelasnya. Siti menghela napas, ia masih takut untuk segala kemungkinan. "Aku takut kalau kamu kena imbas karena orang-orang beneran tau akulah istri kamu. Gimana kalau kita jangan bersama saat di publik?" "Why?" "Yah, b
Leer más