"Minggir semuanya! Kembali ke meja kalian!"Suara melengking Cindy terdengar dari arah ruang kepala redaksi. Kerumunan yang mengelilingi Jessie perlahan membubarkan diri. Cindy berjalan dengan langkah angkuh, dagunya diangkat tinggi-tinggi. Cindy berhenti tepat di depan Jessie. Ia melipat tangan di dada dan menatap Jessie dengan tatapan meremehkan."Kenapa kalian semua berkerumun di sini? Apa kalian pikir identitas suami rekan kalian bisa membayar gaji kalian bulan depan?" sindir Cindy tajam. Ia kemudian beralih menatap Jessie. "Dengarkan aku baik-baik, Jessie Wijaya."Jessie menatap balik Cindy dengan tenang. "Ya, ada apa, Kepala Redaksi Cindy?""Aku sudah melihat berita itu. Aku tahu siapa suamimu sekarang. Tapi ingat satu hal," Cindy melangkah satu langkah lebih dekat, suaranya terdengar ketus. "Di luar kantor, aku tidak peduli apa latar belakangmu atau seberapa kaya suamimu. Tapi di dalam kantor ini, kamu tetap bawahanku."Beberapa staf di sekitar mereka menahan napas. Mereka
Last Updated : 2026-02-09 Read more