Jacob menarik pergelangan tangan kirinya, melihat jam tangan baja yang melingkar di sana. Jarum pendek sudah melewati angka tiga sore. Ia mengembuskan napas panjang, ada gurat penyesalan yang mendadak muncul di wajahnya yang biasanya kaku."Maafkan aku, Jess," ucap Jacob pelan. Suaranya terdengar penuh penyesalan. “Aku terlalu fokus dengan strategi dan drama di lobi tadi sampai lupa kalau kamu belum makan siang. Aku benar-benar tidak memperhatikan waktu.”Jacob mengulurkan tangan kirinya, mengusap puncak kepala Jessie dengan lembut sebelum menarik jemari istrinya untuk digenggam. Jessie merasakan kehangatan dari tangan Jacob, perlahan rasa tegang di bahunya mulai mengendur."Tidak apa-apa, Jacob. Aku juga baru merasakannya sekarang. Tadi rasanya terlalu tegang untuk merasa lapar," balas Jessie sambil tersenyum tipis, meski perutnya kembali berbunyi pelan.Jacob mencondongkan tubuh ke depan, memberi isyarat pada sopir di balik kemudi. "Cari restoran terdekat. Bintang lima atau tempa
Read more