Diana bisa merasakan napas Daniel yang memburu di puncak kepalanya, sebuah ritme yang tidak sinkron dengan ketenangan semu yang coba pria itu tunjukkan di hadapan Adrian.“Daniel, lepaskan, ini benar-benar sakit,” bisik Diana, dan suaranya tercekat sambil tangannya mencoba menarik jemari Daniel yang mengunci pinggangnya.Daniel menunduk sedikit, bibirnya hampir menyentuh pelipis Diana, namun matanya tetap tertuju pada Adrian yang berdiri beberapa langkah di depan mereka.“Diam, Diana. Tetap di posisimu jika kamu tidak ingin aku melakukan sesuatu yang lebih memalukan di sini.”Adrian, yang menyadari ketegangan itu, justru menyesap wiskinya dengan santai.“Kamu terlalu tegang, Daniel. Aku hanya ingin menawarkan sedikit keramahtamahan pada tamu cantikmu. Benar kan, Diana? Kamu pasti bosan mendengar pembicaraan angka dan pelabuhan sejak tadi.”Diana mencoba tersenyum sopan meskipun keringat dingin mulai membasahi punggungnya. “Saya menghargai tawaran Anda, Adrian. Hanya saja—”“Dia tidak
Last Updated : 2026-02-01 Read more