Satu minggu sebelum hari besar itu tiba, suasana di sekolah terasa semakin mencekam bagi para peserta olimpiade. Bagi Leo, matematika adalah harmoni, tetapi bagi Kevin, matematika telah berubah menjadi monster yang siap menelannya hidup-hidup.Sore itu, hujan turun deras membasahi Jakarta. Latihan tambahan di sekolah baru saja usai. Leo sedang merapikan tasnya ketika ia mendengar suara bentakan dari arah parkiran bawah tanah yang sepi. Ia mengenali suara itu—suara Pak Baskoro, ayah Kevin, yang dikenal sebagai pengusaha ambisius.Leo melangkah pelan, bersembunyi di balik pilar beton yang dingin. Di sana, ia melihat Kevin berdiri tertunduk di samping mobil mewah ayahnya. Di tangan Pak Baskoro, ada selembar kertas hasil simulasi terakhir yang diberikan Pak Budi."Peringkat dua lagi? Kamu kalah dari Leo lagi?!" suara Pak Baskoro menggema, memantul di dinding-dinding parkiran. "Papah sudah bayar guru privat termahal, membelikanmu semua buku latihan, dan kamu masih membiarkan anak Daniel Ar
Huling Na-update : 2026-01-10 Magbasa pa