Daniel meletakkan jaket taktisnya."Al, Raka, biarkan aku yang menangani ini dengan caraku," ujar Daniel tenang. "Dia bukan Adrian yang penuh dendam masa lalu. Dia seusiaku. Dia bergerak berdasarkan logika dan ambisi. Aku perlu tahu apa yang sebenarnya dia inginkan selain uang."Daniel teringat informasi di berkas Kenzo: meskipun ia adalah monster korporat, Kenzo memiliki rutinitas yang sangat manusiawi—setiap jam sepuluh malam, ia selalu berada di sebuah klub tinju bawah tanah di kawasan industri yang sepi.Suasana klub tinju itu pengap, hanya diterangi lampu neon yang berkedip. Di tengah ring, Kenzo sedang berlatih dengan sandbag, gerakannya cepat, presisi, dan mematikan. Ia tidak terlihat seperti CEO muda yang sopan di lobi tadi pagi; di sini, ia terlihat seperti senjata yang siap meledak.Daniel masuk tanpa pengawalan, hanya mengenakan kaos hitam dan celana tracksuit. Ia melemparkan sebotol air mineral ke arah Kenzo.Kenzo menangkapnya tanpa menoleh. "Kau ter
Huling Na-update : 2025-12-31 Magbasa pa