Udara dingin Zurich menyambut keluarga Arkana dengan tusukan yang seolah menembus tulang. Pegunungan Alpen yang diselimuti salju abadi berdiri angkuh di kejauhan, kontras dengan suasana hati Daniel, Alya, dan Arlo yang hancur. Bagi mereka, Swiss bukan lagi tempat peristirahatan yang damai bagi Bunda Laura, melainkan sebuah teka-teki dingin yang menuntut jawaban.Vila medis Le Sommet, tempat Bunda Laura menghabiskan tahun-tahun terakhirnya, berdiri di pinggiran kota yang tenang. Namun, ketenangan itu terasa mencekam saat mobil hitam yang membawa keluarga Arkana berhenti di depan lobi.Alya melangkah keluar dengan tubuh yang masih gemetar. Ia mengenakan mantel wol hitam panjang, wajahnya yang cantik kini pucat pasi dengan lingkaran hitam di bawah mata. Begitu kakinya menginjak lantai marmer vila tersebut, ia hampir tumbang jika Daniel tidak sigap merangkul pinggangnya."Kita harus kuat, Al," bisik Daniel, meski suaranya sendiri terdengar parau. "Bunda membutuhkan kita untuk terakhir kal
Read more