Anastasya tidak takut dengan tatapan suaminya, "Apa kamu membentak aku, Samuel?" Anastasya tidak mau sikap suaminya seperti ini padanya, kehamilan ini membuatnya sulit mengendalikan emosinya. "Anastasya, aku mohon sama kamu, jangan memperbesar masalah baru, masalah aku sudah besar, jadi diam, nikmati perjalanan kamu bersama aku di sini, kita akan tetap pulang, kamu jangan lagi bicara tentang perasaan kamu saja, tapi perasaan aku juga tidak bisa dipaksa oleh siapapun termasuk Papa," balas Samuel pada Anastasya. Anastasya diam, tatapannya sekarang mengeluarkan air mata yang membuat tatapan tajam Samuel berubah menjadi rasa bersalah, "An, jangan nangis, aku minta maaf, tadi itu aku hanya terbawa emosi sendiri, hapus air mata kamu itu, kamu tahu kan aku tidak suka calon ibu dari anakku menangis?" Sekarang tangan Samuel sedang perlahan menyeka air mata yang ada di wajah Anastasya. "Dihapus, karena air matamu menutupi cantiknya kam
Read more