Dua tahun telah berlalu sejak kelahiran Arka. Singapura masih sama, teratur, mewah, tapi di balik dinding apartemen, kehidupan keluarga Radit-Maya terasa seperti rumah kaca yang retak.Kara, kini sembilan tahun, semakin pendiam di sekolah. Ia sering bertanya pada terapisnya, “Kalau Mama dan Papa pernah tidur dengan orang lain, apakah cinta itu selalu bohong?”Arka, dua tahun, adalah bayi ceria yang tak tahu apa-apa tentang masa lalu kotor yang melahirkannya. Alya tinggal di apartemen terpisah dua blok jauhnya, ia ibu tunggal yang menjalani terapi intensif, bekerja paruh waktu di yayasan Radit sebagai konselor korban manipulasi.Hubungan Alya dengan Radit murni ko-parenting, dingin tapi sopan. Maya dan Alya bahkan bisa bicara tanpa amarah, meski kadang Maya masih teringat malam di vila Sentosa, saat lidah Alya membuatnya menjerit di antara bukit kembarnya.Malam itu, gala yayasan tahunan lagi. 200 siswa, program baru untuk anak-anak korban pengkhianatan orang tua. Kara memakai gaun kec
Read more