共有

Bab 240

作者: Joker Sarjana
last update 公開日: 2026-04-08 22:35:22

Pukul 20.30 malam, apartemen sudah tidak lagi terasa seperti rumah. Ruang tamu diubah menjadi arena yang gelap dan sesak.

Lampu merah temaram menyala hanya dari dua lampu tidur, membuat bayangan tubuh orang dewasa memanjang di dinding. Karpet tebal sudah digelar luas.

Kara duduk di sofa empuk paling depan, hanya memakai kaos longgar Lena yang nyaris tidak menutupi pahanya. Mata sembilan tahunnya lebar, penuh antisipasi yang tidak wajar.

Lena berdiri di tengah ruangan, telanjang sepenuhnya. Tubu
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Godaan Mama Muda   Bab 280

    Maya masih memegang gelas airnya, jarinya mengelus pinggir gelas yang sudah mulai berkeringat dingin. Radit duduk di sebelahnya, bahu mereka bersentuhan, tapi keduanya diam cukup lama setelah kata-kata "satu per satu" itu menggantung di udara.Akhirnya Maya meletakkan gelasnya di meja kopi. "Aku lapar. Kamu mau aku masakin sesuatu cepat? Atau kita pesan aja?"Radit tersenyum tipis. "Pesan aja. Nasi goreng biasa buat aku. Kamu apa?""Yang sama," jawab Maya sambil mengambil ponsel. Ia membuka aplikasi delivery, memesan dua porsi nasi goreng dan es teh manis. Setelah selesai, ia meletakkan ponsel di meja dan menyandarkan kepala ke belakang sofa. "Sambil nunggu, kita rencanain apa yang mau kita bilang ke Kara nanti pas pulang sekolah."Radit mengangguk. "Simple aja. Kita bilang kita senang dia punya adik Arka. Tapi mulai sekarang, kalau Kak Mira atau siapa pun cerita apa-apa tentang keluarga, dia harus bilang dulu ke kita. Nggak langsung percaya atau

  • Godaan Mama Muda   Bab 279

    Maya memarkir mobil di garasi dengan gerakan biasa, tapi tangannya sedikit lebih lambat saat mematikan mesin. Ia duduk sebentar di kursi pengemudi, memandang pintu rumah yang tertutup rapat. Udara di dalam mobil masih terasa dingin dari AC kafe. Ia mengambil napas dalam, lalu turun.Radit sudah berdiri di ambang pintu depan begitu mendengar suara mobil. Ia tidak bilang apa-apa dulu, hanya membuka pintu lebar-lebar dan menunggu Maya masuk. Begitu pintu tertutup di belakang mereka, Radit langsung bertanya, "Gimana?"Maya meletakkan tasnya di meja kecil dekat pintu, lalu berjalan ke sofa dan duduk. Radit mengikuti, duduk di sebelahnya. Mereka berdua diam sebentar, seperti sedang mengumpulkan kata-kata."Alya langsung terbuka," kata Maya akhirnya. Suaranya pelan tapi jelas. "Dia bilang Lena memang lebih agresif. Mereka berdua dekat sejak kecil. Sama-sama anak Victor yang nggak diakui. Tapi Lena punya dendam kecil sama kamu dulu, waktu kamu tolak dia pas masih sama Alya."Radit mengerutkan

  • Godaan Mama Muda   Bab 278

    Radit menatap layar laptop yang masih terbuka di halaman email yang sama selama lima menit terakhir. Kata-kata di depannya buram.Ia mengambil ponsel Maya sekali lagi, membuka screenshot pesan Lena yang kedua, lalu mengirimkannya ke ponselnya sendiri. Setelah itu ia mengetik cepat ke Maya."Baru dapat pesan kedua dari Lena. Screenshot sudah aku kirim ke HP aku. Dia bilang ada surat dari Victor buat Kara. Hati-hati ya."Pesan terkirim. Dua centang biru langsung muncul. Maya sedang online.Radit meletakkan ponsel dan mencoba kembali ke pekerjaan. Ia membuka dokumen proposal kegiatan yayasan bulan depan, tapi setelah dua paragraf ia menutupnya lagi. Rumah terasa terlalu besar dan terlalu sepi. Ia berdiri, berjalan ke dapur, menuang segelas air dingin yang kedua, lalu kembali ke sofa. Jam dinding menunjukkan pukul sepuluh lewat dua puluh. Maya pasti sudah hampir sampai kafe.Di kafe yang sama tempat Radit bertemu Alya tadi pagi, Maya memarkir mobil di pinggir jalan. Ia melihat Alya sudah

  • Godaan Mama Muda   Bab 277

    Maya masih memegang ponselnya, layarnya sudah gelap lagi, tapi jarinya tetap di pinggir casing seolah takut pesan itu akan muncul kembali.Radit berdiri di sebelah sofa, tangannya di saku celana, mencoba terlihat tenang meski dadanya terasa sesak."Apa isinya?" tanya Radit pelan.Maya membuka layar sekali lagi, membaca cepat. "Cuma ‘Halo Maya, ini Lena. Mira kasih nomor kamu. Boleh bicara sebentar? Ada yang penting soal Kara.’ Pendek. Tapi sudah cukup."Radit mengangguk, rahangnya mengeras. "Dia langsung ke kamu. Bukan lewat aku. Mira pasti kasih nomor ini pagi ini juga."Maya meletakkan ponsel di meja dengan gerakan pelan, seperti meletakkan sesuatu yang panas. "Aku nggak langsung balas. Nanti dulu. Aku mau ketemu Alya dulu, dengar dia bicara apa soal Mira. Baru kita putuskan bareng."Radit melihat Maya berdiri, merapikan blus putihnya di depan cermin kecil dekat pintu masuk. Rambutnya masih agak lembab, tapi ia sudah terlihat siap, tenang di luar, tapi Radit tahu di dalam pasti berg

  • Godaan Mama Muda   Bab 276

    Radit duduk di sofa ruang tamu, laptop terbuka di pangkuannya, tapi layarnya masih gelap. Ia mendengar suara shower Maya dari kamar mandi utama, air mengalir stabil, sesekali berhenti sebentar saat Maya mengambil sabun atau sampo.Ia mencoba membuka email kerja, tapi pikirannya melayang ke gambar Kara yang sekarang tersimpan di laci. Figur Lena di pojok itu. Chat malam-malam dari Mira. Arka yang tertawa di ayunan. Semuanya berputar pelan, seperti roda yang mulai bergerak tanpa bisa dihentikan.Ponselnya bergetar di meja kopi. Nomor Mira.Radit melirik ke arah kamar mandi. Suara shower masih berlangsung. Ia mengangkat telepon dengan suara rendah."Halo.""Om Radit," suara Mira terdengar santai, hampir ceria. "Alya baru telepon aku. Katanya kamu marah soal chat sama Kara. Maaf ya, aku kelewatan."Radit berdiri, berjalan pelan ke jendela depan. "Ini bukan soal marah, Mira. Ini soal batas. Kara masih kecil. Kamu nggak boleh cerita apa pun tentang Lena, tentang Victor, atau tentang ‘rahasi

  • Godaan Mama Muda   Bab 275

    Radit menutup pintu depan dengan pelan. Maya sudah duduk di kursi makan, tangannya memegang gelas air yang belum disentuh.Gambar Kara dengan figur Tante Lena masih tergeletak di tengah meja, warna-warnanya kontras dengan suasana pagi yang mulai terasa berat."Kamu ketemu Alya di mana?" tanya Maya tanpa basa-basi, suaranya rendah."Di kafe dekat rumahnya," jawab Radit sambil menarik kursi di depan Maya. Ia duduk dan meletakkan kunci mobil di meja. "Aku bilang langsung soal chat Mira sama Kara. Alya bilang dia akan tegur Mira. Dia juga janji pertemuan tetap boleh, tapi cerita-cerita itu harus lewat kita dulu."Maya mengangguk pelan, matanya tidak lepas dari gambar itu. "Bagus. Tapi aku nggak yakin Alya bisa kendalikan Mira sepenuhnya. Mira kelihatan seperti orang yang sudah punya rencana sendiri."Radit mengusap wajahnya dengan kedua tangan. "Aku juga ngerasa gitu. Dia terlalu santai tadi di telepon. Seolah dia sudah siap kalau kita marah."Maya mengambil gambar Kara, memandanginya seb

  • Godaan Mama Muda   Bab 119

    Setelah acara selesai, orang-orang mulai berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Kiara.Aku berjalan mendekat setelah kerumunan menipis. Aku berdiri di depan Papa dan Mama Kiara dengan kepala tertunduk."Pak, Bu..." suaraku parau. "Saya... saya minta maaf. Untuk semuanya."Papa

    last update最終更新日 : 2026-03-27
  • Godaan Mama Muda   Bab 120

    Satu Minggu Setelah Pemakaman.Hidup terus berjalan. Walaupun rasanya dunia seharusnya berhenti berputar sejak Kiara pergi.Tapi kenyataannya, matahari tetap terbit. Orang-orang tetap beraktivitas. Waktu tetap berjalan.Dan aku harus belajar hidup di dunia yang tidak lagi memiliki Kiara.Pagi ini,

    last update最終更新日 : 2026-03-27
  • Godaan Mama Muda   Bab 122

    "Bukan!" Mama Jessica menggeleng keras. "Untuk bayar hutang! Untuk..."Belum sempat Mama Jessica menyelesaikan kalimatnya, suara pintu kamarku terbuka.Aku keluar dengan kepala terasa berat. Rambutku berantakan, kaos putih yang kupakai sudah kusam. Kakiku gemetar saat melangkah ke ruang tengah."Pa

    last update最終更新日 : 2026-03-27
  • Godaan Mama Muda   Bab 121

    Aku menghabiskan hampir seluruh waktuku di kamar. Gorden tertutup rapat. Lampu mati. Gelap dan sunyi. Hanya kesedihan yang menemaniku. Di dinding kamarku, foto-foto bersama Kiara masih tergantung rapi. Senyumnya yang manis. Tatapan matanya yang penuh cinta. Semua itu sekarang cuma kenangan yang me

    last update最終更新日 : 2026-03-27
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status