Pagi itu, seperti biasa, Kara bangun lebih awal dari biasanya. Jam dinding baru menunjukkan pukul lima lewat, tapi ia sudah turun ke dapur bakery keluarga dengan mata masih agak mengantuk.Aroma roti tawar yang baru keluar dari oven langsung menyambutnya, bercampur harum cokelat leleh dan mentega. Maya, ibunya, sedang sibuk mengaduk adonan sambil bersenandung pelan. “Kara, hari ini tolong bantu packing pesanan langganan ya, Sayang,” kata Maya sambil tersenyum lebar dan mengikatkan apron kecil di pinggang Kara. Apron itu sudah agak usang, tapi Kara menyukainya karena terasa hangat dan familiar.“Iya, Ma. Kara senang kok bantu. Lagian, kalau nggak bantu, nanti Arka yang nakal malah bikin berantakan,” jawab Kara sambil tertawa kecil.Benar saja, Arka yang sudah memakai seragam SD-nya muncul dari belakang, langsung mencuri sepotong cokelat yang sedang disusun. “Hehe, Kak Kara nggak liat, kan?” katanya polos sambil mengunyah cepat.Dari pintu dapur, Radit—ayahnya—tertawa melihat adegan it
Last Updated : 2026-06-08 Read more