'Jadi perhatiannya hanya karena anak yang ada di dalam perutku?' batin Mega. Mega menggelengkan kepalanya perlahan, "tidak apa-apa, saya sudah kenyang," jawab Mega singkat. "Kenapa ... apa buburnya ada yang kurang, padahal bubur itu masih sama dengan yang tadi," jawab Awan lagi. "Sudah larut malam lebih baik Bapak istirahat saja," "Tapi kamu belum menjawab besok minta di masakan apa, biar besok ku bangun pagi dan menyiapkan untukmu," tagih Awan. Mega menarik kedua sudut bibirnya, "tidak usah, Pak, Pak Awan tidak perlu repot, saya bisa siapkan sendiri," tegas Mega. Awan menggeleng lalu menarik bahu Mega agar menghadap pada dirinya, "Mbak Minah bilang kamu tidak bisa makan masakannya, kamu hanya bisa makan masakan buatankku," ucap Awan kali ini dengan nada kemmbali tegas. "Mbak Minah hanya asal bicara," singkat Mega tanpa berani menatap Awan. "Tidak Mega ... jangan siksa anak kita ... kalau kamu tidak mau makan setidaknya isilah perutmu demi anak yang ada di dalam kandun
Read more