“Kanaya!” panggil Lala. Kanaya yang berjalan di koridor kantor menghentikan langkahnya dan berbalik. Tersenyum pada Lala yang berlari kecil ke arahnya. “Karaoke, yuk!” ajak Lal. Jam kerja mereka sudah selesai dan ini waktunya pulang. Kanaya menggaruk tengkuknya, dia seharusnya sudah ada di basement kantor sekarang. Adrian menunggunya. Tapi, kalau Kanaya menolak pasti Lala akan curiga. “Cuma kita berdua aja?” tanya Kanaya. Dia mencoba melempar umpan.Lala mengangguk, meski sedikit heran karena mereka kan memang kalau karaoke selalu pergi berdua saja. Kenapa tiba-tiba Kanaya menanyakan itu? Kanaya mengecap, ekspresi wajahnya tiba-tiba kecewa. “Hmm… gimana ya? Aku bosen kalau cuma berdua aja. Nggak asik aja kalau nggak rame-rame.” Alasan itu terdengar masuk akan di telinga Lala. “Benar juga sih,” katanya setuju. “Iya, kan?” Kanaya menaikkan alisnya, senyum tipis muncul di sudut bibirnya. Dia berkata dalam hati kalau Lala akan membatalkan ajakannya, tapi Kanaya tidak mau terlihat d
Last Updated : 2025-12-21 Read more