LOGINKanaya tidak menyangka kalau pelanggan aplikasi Teman Curhat miliknya adalah bosnya sendiri. Jadi, karena kepepet uang dia mencari pekerjaan lain yaitu menjadi talent di aplikasi Teman Curhat. Dia memiliki satu pelanggan yang memakai jasanya. Suatu hari pelanggan yang dipanggil Husky Man oleh Kanaya itu meminta bertemu secara langsung. Pertemuan itu berakhir menjadi malam yang panas. Kanaya berpikir tidak akan terjadi apa-apa sampai akhirnya dia dinyatakan positif hamil. Kanaya berniat menghubungi pria itu lagi dan meminta pertanggung jawaban. Tapi dia terkejut saat pria itu muncul di kantornya sebagai CEO. Bagaimana nasib Kanaya selanjutnya?
View MoreBagaimana caranya Kanaya percaya kalau hubungan antara Adrian dan Reina sudah berakhir, kalau di depan matanya wanita itu terlihat mesra dengan Adrian. Kanaya diminta Pak Damar mengantar kopi ke ruangan Adrian. Dia juga tidak tahu kenapa harus dirinya yang membawakan minuman ini ke ruangan wakil direktur. Karena ini permintaan Pak Damar, kepala divisi marketing. Kanaya tidak enak jika menolak. Kanaya menghentikan langkahnya di depan ruangan Adrian. Matanya langsung menangkap dua orang di dalam ruangan itu. Jantungnya seolah berhenti berdetak sesaat ketika melihat apa yang terjadi. Dia melihat Adrian sedang mengunci Reina di sudut ruangan. Posisi mereka seperti sedang… berciuman. Seketika itu Kanaya membalikkan badannya. Entah kenapa dadanya terasa ada yang berlubang di sana. Dia tidak tahu, apa yang harus dilakukan. “Apa aku harus masuk sekarang?” tanyanya dalam hati. Dia ingin melangkah pergi, tapi dia teringat tugas Pak Damar untuk membawakan minuman. Kanaya menghela napasnya
“Sarapan dulu, Nay. Ini sudah ibu siapkan!” seru Ibu Kanaya. Wanita paruh baya itu sudah membuat nasi goreng dan juga telur ceplok untuk sarapan anak-anaknya. Dia menatap menu sarapan itu di meja kecil depan televisi. Kanaya masih ada di kamarnya, memasukkan keperluan kantornya ke dalam tas. Dia sudah rapi dengan pakaian kerjanya, celana kain warna khaky dengan atasan sederhana berwarna ivory. Wanita itu memoles sedikit lip tint di bibirnya sebelum keluar. Menyemprotkan parfum ke badannya, lalu setelah itu membuka pintu kamar. Matanya langsung disambut oleh Ibunya yang menata piring untuk mereka sarapan. Tiba-tiba saja pertanyaan Adrian semalam mengingatkannya. Apa yang disukai ibumu? Kanaya masih tidak tahu apa yang disukai wanita yang melahirkannya itu. Dia menggigit bibir bawahnya, apa perlu dia menanyakan langsung apa yang disukai ibunya sekarang?Dia mengangguk sesaat lalu melangkah mendekat pada sang ibu. Duduk di sisi meja, matanya lurus melihat sang Ibu menyendok nasi go
Malam itu sungguh cerah, ribuan bintang menghampar memenuhi langit. Kanaya mendesah berat sambil melihat ke luar jendela. Kurang dari seminggu dia akan menikah dengan Adrian. Pria yang sedang menyetir di sebelahnya sekarang. Kanaya mencuri pandang ke arah pria yang sedang fokus menatap jalan itu. Adrian terlihat tenang, berbeda sekali dengan Kanaya yang penuh dengan kekhawatiran. Kenapa rasanya pundak Kanaya begitu berat. Menikah dengan Adrian dan hidup bersamanya, tak pernah ada di bayangan Kanaya. “Apa yang sedang kamu pikirkan, Nay?” Adrian sudah menghentikan mobilnya. Mereka sudah sampai di depan rumah kos Kanaya. Wanita itu sampai tak sadar sudah berapa lama dia melamun. “Ehem.” Kanaya berdehem mengalihkan kecanggungannya. “Hanya memikirkan ini dan itu.” Jawabnya. “Soal pernikahan?” Adrian seolah membaca pikirannya. “Kamu tidak perlu khawatir, Kanaya. Serahkan saja padaku.” Kanaya tidak bisa menjawabnya selain mengangguk. Setelah itu Adrian memegang tangannya. Kanaya te
Canggung. Rasanya Kanaya susah sekali bernapas saat ini. Tatapan orang tua Adrian seolah ingin melubangi dirinya. Apalagi tatapan dari Presdir LW Group itu seolah melihat Kanaya sebagai musuh yang masuk ke dalam teritorialnya. Januari Prakasa bersikap dingin saat Adrian mengenalkan Kanaya sebagai calon istrinya. Sedangkan Dewi, ibunda Adrian menatapnya dengan tatapan yang dalam meski sama tidak merespon saat Kanaya memperkenalkan dirinya. “Apa pekerjaan orang tuamu?” tanya Januari akhirnya buka suara. Kanaya mendongak, wajahnya terlihat menegang saat ditanya oleh Januar. Dia menelan ludah, lalu menarik napas panjang sebelum menjawab. “Ibu saya tidak bekerja, beliau seorang ibu rumah tangga.” Jawab Kanaya pelan. “Bagaimana dengan ayahmu?”Kanaya terdiam cukup lama, dia tidak ingin membahas soal ayahnya yang sudah pergi entah kemana meninggalkan keluarganya. Dia meremas tangannya yang sudah mulai berkeringat. Sampai akhirnya sebuah tangan muncul dan menggenggam erat tangannya. Ka
Hening. Tidak ada yang bersuara antara Kanaya ataupun Adrian. Kanaya lebih banyak diam dan menunduk di kursinya. Sedangkan, Adrian fokus menyetir. Mereka sedang perjalanan pulang, Adrian mengantar Kanaya ke kosan. Lebih tepatnya memaksa untuk mengantarkan wanita itu.Jalanan macet menambah canggu
Kanaya membeku sempurna melihat Adrian yang berdiri di depannya dengan wajah yang serius. “K-kenapa Anda ada di sini?” tanyanya dengan suara terbata. Meski tadi Kanaya sudah melihat Adrian dengan tunangannya, dia berpura-pura tidak melihat apapun. “Kamu sendiri kenapa ada di sini?” sahutnya cep
Suara tangisan bayi terdengar saat Adrian dan Reina membuka pintu sebuah ruangan. Di dalam ruangan itu ada sepasang suami istri dan satu wanita paruh baya di sana. Si suami sedang menggendong seorang bayi, dan istrinya masih setengah duduk di ranjang perawatan selesai melahirkan. “Adrian, kamu su
“Dua garis.” Kanaya mematung melihat alat pengecek kehamilan di tangannya. “Nggak mungkin!” matanya tak berkedip melihat alat itu, dunia seolah berhenti. Langit seakan runtuh. “NGGAK! Ini nggak mungkin!” ucapnya tertahan, tenggorokan Kanaya seakan tercekik. Bagi seseorang, apa yang sedang Kanaya






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews