Lampu minyak di rumah teh Wu Laosan diturunkan setengah, dan teh krisan di atas meja bundar sudah keburu dingin sebelum satu pun orang di dalam ruangan itu bicara jujur. Mereka datang dengan wajah seolah sedang memikirkan keselamatan Pasar Hantu Shiqiao, padahal masing-masing hanya sibuk menghitung dagangan, jalur, dan muka sendiri. Zhou Kaimin duduk paling dekat jendela dengan punggung tegak, tetapi urat di pelipisnya sudah lama bergerak. Di kiri kanannya ada penarik iuran lorong, pemilik kios obat liar, pedagang kulit, pengelola gudang kecil, dan dua wakil blok yang semalam paling cepat menyuruh Balai Pengobatan Bulan Patah ditukar demi ketenangan. Zhao Meiyan berdiri dekat tiang, kipas lipatnya diketuk-ketukkan ke pergelangan tangan. Wu Laosan tak ikut duduk di meja rapat, hanya menumpu siku di balik meja teh sambil menuang cangkir demi cangkir seperti orang yang tak peduli, padahal telinganya menangkap semua.
Ler mais