Xiao Li keluar satu langkah dari dalam. Wajahnya langsung berubah jijik. “Mukamu seperti orang yang tiga kali dibuang laut lalu masih belum belajar malu,” katanya. “Kalau aku jadi ombak, aku juga mendorongmu kembali ke pantai.” Seo Hyunwoo menoleh padanya dan tersenyum terlalu lebar. “Gadis kecil,” katanya, “tanpa orang sepertiku, dunia bahkan tidak akan tahu bahwa pintu itu ada.” “Tanpa orang sepertimu,” balas Xiao Li, “mungkin setengah orang di Laut Timur masih hidup.” Kalimat itu menampar tepat. Sorot mata Seo Hyunwoo berubah sesaat, lalu kembali liar. Ia tertawa lagi, tetapi kali ini suaranya lebih kasar daripada sebelumnya. “Baik,” katanya. “Aku suka tempat ini.” “Semua orang di sini bicara seperti mereka tahu siapa yang lebih dulu melihat pinggir jurang
Mehr lesen