Matahari pagi yang hangat menyinari jalanan tanah yang berliku, membentang jauh ke arah selatan. Debu-debu halus beterbangan setiap kali angin sepoi-sepoi berembus, membawa wangi tanah kering dan rumput liar.Kereta kuda sederhana melaju perlahan, meninggalkan Kota Heiyang yang kini sunyi di belakang. Dua kuda cokelat muda menarik kereta dengan langkah stabil, kuku mereka menciptakan irama yang teratur di atas tanah berbatu.Di dalam kereta, Rong Tian duduk tenang di kursi kayu sederhana. Matanya mengamati pemandangan yang terus berubah di luar jendela kecil. Ladang-ladang yang terbengkalai, desa-desa yang sepi, sesekali rombongan pedagang yang bergegas dengan wajah cemas.Wang Fu mengendalikan tali kekang dengan cekatan, tubuhnya tegap dan fokus. Di sudut kereta, Xiao Li yang kurus duduk dengan kaki terlipat, sesekali melirik Rong Tian dengan rasa ingin tahu bercampur hormat."Tuan," ucap Wang Fu sambil melirik ke belakang, matanya bertemu pandangan Rong Tian sekilas. "Apakah kita ak
Huling Na-update : 2025-12-27 Magbasa pa