Nara sudah mengambil kunci mobil dan bersiap untuk menjemput Giorgio, namun belum sempat ia masuk mobil, yang ingin dijemput sudah pulang. Wajahnya tampak kusut, bajunya sudah tak berbentuk. Jasnya sudah tak lagi dipakainya, entah dibuang kemana. “Mau kemana?” tanya Giorgio ketika baru keluar dari mobil dan mendapati Nara dan Bi Asi seperti sedang ingin pergi. Nara melebarkan senyumnya, ia menghampiri Giorgio dan mengambil tas laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu. “Kok baru pulang, ada lembur di luar ya?” tanya Nara dengan suara bersahabat tak seperti biasanya. “Bi Asih tolong buatkan Gio minuman yang hangat-hangat ya,” perintah Nara dengan sopan. Bi Asih segera melaksanakan tugasnya, ia masuk ke dalam rumah, sementara Giorgio mengernyitkan keningnya. Sikap Nara ada yang berbeda kali ini. Wanita itu terlalu manis dan mencurigakan. Nara bahkan menemaninya duduk di meja makan, memijat tangannya dan beberapa kali tersenyum manis padanya. “Apa kamu tahu, sikapmu yang se
Terakhir Diperbarui : 2025-12-14 Baca selengkapnya