“Ahh…ini enak sekali Nara.”“Terus Nara, jangan berhenti.”“Aahh….”“Aku tidak menyangka jika kamu sangat pintar.”Giorgio terus meracau, ia sama sekali tidak menyangka jika Nara begitu pintar tentang urusan pijat memijat.“Lebih kuat lagi Nara,” perintah Giorgio.“Eugghh…ya di situ Nara.”Nara mendengus kesal. Ini sudah satu jam ia memijat tubuh Giorgio, namun pria itu seolah tak memiliki rasa puas. Giorgio terus dan terus memintanya untuk memijat tubuhnya, padahal tangannya sudah lelah.Kesal kepada Giorgio, Nara mengeraska pijatannya, setelah itu tangannya berhenti memijat. Bukan hanya Giorgio yang lelah, tapi dia juga.Awal-awal dia mengira jika Giorio meminta dilayani untuk melakukan hubungan intim, tapi siapa yang menyangka jika pria itu memintanya memijat tubuhnya yang terasa lelah.Dia tidak kecewa, malah senang. Setidaknya dia masih bisa mempertahankan keperawanannya.“Kenapa berhenti? Aku masih lelah Nara,” protes Giorgio.Beberapa hari ini dia sering pergi keluar untuk mela
Huling Na-update : 2026-01-18 Magbasa pa