Elyse mengangkat wajahnya.“Aku mengerti, Bibi,” katanya pelan namun tegas. “Aku mungkin baru… tapi aku akan belajar.”Untuk pertama kalinya sejak pagi itu, ekspresi Laverna sedikit melunak.“Bagus,” katanya singkat. “Karena kekaisaran tidak membutuhkan ratu yang hanya cantik. Ia membutuhkan ratu yang mampu berdiri ketika dunia goyah.”Laverna lalu melangkah ke samping, memberi isyarat pada para pelayan yang membawa beberapa kotak kayu dan berkas-berkas lain.“Ini adalah laporan para kepala pelayan,” jelasnya. “Masalah dapur, pengeluaran, kondisi pelayan, dan keamanan dalam istana. Mulai hari ini, semuanya akan diserahkan kepadamu untuk ditandatangani atau diputuskan.”Elyse menatap tumpukan itu dengan mata membesar. “Sebanyak ini…?”“Dan itu baru untuk hari ini,” jawab Laverna datar.Elyse terkekeh kecil tanpa sadar. “Kalau begitu,” katanya pelan, “aku benar-benar sudah menjadi ratu.”Laverna menatapnya sesaat, lalu berkata dengan suara lebih rendah, tidak lagi sekeras sebelumnya. “D
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-01 อ่านเพิ่มเติม