Davian terdiam. Ia tidak menjawab, hanya membiarkan tangannya menjadi sandaran bagi wanita yang telah menjebaknya itu. Di luar sana, dunia terus berputar, tapi di ruangan ini, waktu seolah berhenti bagi Davian.Melihat Evelyn yang terlihat begitu rapuh, ia kehilangan segala daya yang ia miliki untuk mendorong wanita itu menjauh. Rasa iba dan tanggung jawab yang ditanamkan Evelyn berhasil melumpuhkan logika Davian."Davian?" panggil Evelyn lembut, jemarinya mengusap punggung tangan pria itu, menuntut jawaban.Davian menghela napas panjang, berat, dan penuh kepasrahan."Baiklah, Nona Evelyn." ucapnya akhirnya, menyerah. Suaranya terdengar seperti seseorang yang baru saja menjatuhkan vonis pada dirinya sendiri. "Baiklah."Davian memejamkan matanya, ia menyadari kekalahan telaknya. Ia sama sekali tidak menyadari, bahwa tepat saat ia memejamkan matanya, sudut bibir wanita itu terangkat perlahan. Sebuah senyuman miring yang penuh kemenangan tersungging di wajah pucatnya. Kepuasan atas sit
Terakhir Diperbarui : 2026-01-27 Baca selengkapnya