Mendengar deklarasi yang begitu tiba-tiba dan penuh keyakinan dari bibir Evelyn, Adriana terdiam karena kaget.Wanita itu membuka mulutnya, seolah ingin mengatakan sesuatu, namun kembali menutupnya. Otaknya berusaha memproses perubahan drastis ini. Selama beberapa minggu, rumah ini menjadi saksi bisu betapa dingin dan kacaunya hubungan Evelyn dan suaminya. Namun kini, menatap binar mata anak tirinya yang begitu hidup dan penuh tekad, keraguan di hati Adriana menguap."Kau... sudah berbaikan dengan Davian?" tanya Adriana akhirnya, suaranya melembut, memancarkan kelegaan yang tulus.Sebuah senyuman yang luar biasa lebar, merekah di bibir Evelyn."Ya..." jawab Evelyn, rona kebahagiaan terpancar jelas di wajahnya yang sedikit kelelahan. "Kami sudah membicarakan. Banyak hal yang terjadi, dan aku tahu ada banyak yang harus aku tebus pada Davian. Tapi... kami ingin memulai semuanya dari awal."Adriana mengangguk pelan. Sebuah senyum tipis ikut terukir di bibirnya. Sebagai seseorang yang j
Baca selengkapnya