"Apa kau benar-benar masih ingin menceraikanku?"Suara Evelyn terdengar sangat pelan, rapuh, dan nyaris seperti bisikan putus asa. Tidak ada lagi Nona Besar Sterling yang dominan di ruangan itu. Yang ada hanyalah seorang wanita yang ketakutan setengah mati kehilangan pria di hadapannya.Mendengar pertanyaan itu, rahang Davian menegang. Pria itu menatap mata istrinya yang kini berkaca-kaca selama beberapa detik, sebelum akhirnya ia menghembuskan napas panjang dan berat. Davian memutus kontak mata mereka, mengalihkan pandangannya ke arah meja di depannya.Pria itu menolak menjawab.Namun, bagi Evelyn, keheningan dan keengganan Davian untuk menatap matanya itu merupakan sebuah jawaban tersendiri. Evelyn menelan ludah dengan susah payah, air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya menetes jatuh membasahi pipinya."Apa yang harus kulakukan, Davian?"Davian masih diam mematung. Tubuhnya kaku, menolak membiarkan emosi wanita itu meruntuhkan logikanya."Apa yang harus kulakukan agar kau beru
Dernière mise à jour : 2026-02-24 Read More