Sejak Adriana melangkahkan kaki ke dalam gedung Sterling industries pagi ini, perasaan ganjil yang ia rasakan di dalam lift kemarin semakin menguat. Ia bisa merasakan tatapan-tatapan sembunyi dari balik layar komputer, bisikan yang mendadak berhenti saat ia lewat, dan senyum kaku dari beberapa staf yang biasanya menyapanya dengan hangat.Adriana mencoba mengabaikannya. Ia membenamkan dirinya dalam tumpukan laporan keuangan dan proposal proyek, menolak membiarkan perasaan paranoid menguasai akal sehatnya. Namun, setelah berjam-jam berkutat dengan deretan angka, tenggorokannya terasa sangat kering. Fokusnya mulai pecah. Adriana akhirnya meletakkan penanya, berdiri dari kursinya, dan melangkah keluar dari ruangannya menuju pantry.Namun, tepat saat ia berada beberapa langkah dari pintu pantry yang sedikit terbuka, langkah Adriana terhenti kaku.Dari celah pintu yang memancarkan cahaya lampu itu, terdengar suara dua orang staf wanita yang sedang mengobrol. Nada suara mereka direndahkan
Read more