Untuk sesaat, udara di sekitar mereka mendadak membeku. Lily hanya bisa mematung, sepasang matanya membulat sempurna menatap wajah Davian seolah pria itu baru saja menjatuhkan bom tepat di atas meja kerjanya.Keheningan yang canggung itu membentang selama beberapa detik, sebelum akhirnya Lily memecahkannya dengan sebuah tawa paksa yang terdengar sumbang. Wanita itu menelan ludah, mengepalkan tangannya ringan, lalu melayangkan sebuah tinju bercanda ke bahu tegap Davian."Ya ampun, Davian. Jangan bercanda." kilah Lily dengan senyum kaku. Matanya bergerak liar, menelisik raut wajah Davian untuk mencari celah kebohongan. "Kau tidak pernah memakai cincin, kau tidak pernah membahas soal pernikahan, dan kau…""Aku tidak bercanda, Lily." potong Davian cepat, sama sekali tidak menyiratkan sedikit pun ruang untuk humor. "Aku sudah menikah."Senyum di bibir Lily seketika luntur tak bersisa. Tangannya yang tadi memukul bahu Davian kini menggantung canggung di udara sebelum akhirnya turun dengan
Read more