Tak!Suara ponsel yang menghantam lantai itu terdengar nyaring, membuat Evelyn tersentak kaget. Ponselnya tergelincir jatuh hingga ke bawah meja kopi.Evelyn menatap ponselnya yang terbuang, lalu mendongak menatap Julian dengan mata menyala-nyala."Julian, apa-apaan?!" pekik Evelyn.Wanita itu langsung berdiri dari sofa, menegakkan tubuhnya dan melipat tangan di depan dada, menantang pria yang berdiri menjulang di hadapannya."Apa masalahmu, hah? Kau datang tiba-tiba, lalu melempar ponselku begitu saja? Kau pikir kau siapa bisa bertindak kasar padaku?" cecar Evelyn, suaranya meninggi karena tersinggung. Ia Evelyn Sterling, tidak ada yang pernah berani memperlakukannya seperti ini.Namun, dalam sekejap mata, ekspresi gelap dan menakutkan di wajah Julian lenyap tak berbekas.Rahang yang tadinya mengeras kini lebih tenang, dan bibirnya melengkung membentuk senyuman manis, tapi matanya yang menatap Evelyn tetap terlihat dingin."Maafkan aku, Sayang," ucap Julian lembut, suaranya berubah m
Terakhir Diperbarui : 2025-12-14 Baca selengkapnya