Itu adalah Victor.Adriana buru-buru menghela napas lega saat mengenali sosok tegap yang melangkah masuk itu. Jantungnya yang tadi seolah berhenti berdetak kini perlahan kembali normal. Syukurlah itu bukan Evelyn."Tuan," sapa Adriana, suaranya sedikit bergetar, namun ia berhasil menutupinya dengan senyuman. "Kenapa Anda tiba-tiba ada di sini?"Victor berbicara sambil berjalan masuk. "Lokasi meeting-nya berubah. Klien meminta pertemuan di restoran yang lebih privat, dan kebetulan arahnya melewati rumah ini," jawab Victor datar tanpa curiga.Adriana membulatkan mulutnya membentuk huruf 'O' kecil. "Saya mengerti.""Apa kau sudah menemukan dokumennya?" tanya Victor, matanya menyapu meja kerjanya sekilas."Ah, iya. Ini, Tuan." Adriana segera mengambil map biru itu dan berjalan cepat menghampiri Victor, menyerahkannya dengan sopan. Ia ingin segera menjauh dari meja itu agar Victor tidak curiga apa yang baru saja ia lakukan.Victor mengambil map itu, membolak-balik isinya dengan teliti, men
Terakhir Diperbarui : 2025-12-17 Baca selengkapnya