Adriana yang masih berdiri di hadapan pria yang menghalangi jalan keluarnya, menatap pria itu dengan wajah kesal."Apa yang kau lakukan?" tanya Adriana dengan nada tajam. "Minggir. Aku bukan tahanan di sini."Pria tua itu tidak bergeming sedikit pun. Senyum sopan masih terukir sempurna di wajahnya yang berkerut, seolah kemarahan Adriana hanyalah angin lalu."Benar, Anda memang bukan tahanan, Nona," ucap pria itu dengan nada tenang. "Karena itu, mohon izinkan saya mengantarkan Anda kembali ke kamar untuk beristirahat."Ia mengulurkan tangannya ke arah Adriana, sebuah gestur sopan untuk memandu Adriana. Dengan cepat, wanita itu memundurkan langkahnya, menjauh dari jangkauan pria tua itu."Jangan sentuh aku," desisnya penuh peringatan. "Aku..."Belum sempat Adriana menyelesaikan kalimatnya, telinganya menangkap suara langkah kaki halus di belakangnya. Bukan hanya satu pasang, tapi beberapa.Mata Adriana bergerak liar menyapu sekeliling foyer yang megah itu.Para pelayan yang tadi berpura
Last Updated : 2026-01-09 Read more