Untuk mengusir rasa gugup, Freya menutup matanya. Bibirnya terbuka separuh dan napasnya terasa berat. Jantungnya berdebar-debar hebat. Kemudian dia merasakannya, sesuatu yang kenyal, dingin dan basah menyelimuti bibirnya.Sensasinya memabukkan. Dan anehnya, rasa tremor yang sempat dirasakannya tadi menghilang begitu saja.Freya ingin lebih, tapi ciuman itu hilang secepat datangnya. Membuat Freya merasa hampa.Perlahan Freya membuka matanya, melihat wajah Arya masih menaungi wajahnya-sangat dekat. Ujung hidung Arya hampir menyentuh hidungnya. Deru napas mereka menyatu.Memberanikan diri, tangan Freya bergerak naik, mengelus rahang Arya dengan pelan. Arya mengerang lirih. Sedetik kemudian, Freya merasakan ciuman itu lagi. Pagutan lembut pada bibir bawahnya, diiringi dengan pagutan lain di bibir atasnya. Arya melepas sejenak pagutan di bibirnya, memiringkan kepala ke satu sisi lalu memperdalam ciumannya.Lama kelamaan Freya bukan lagi menjadi pihak yang hanya menerima, dia cepat belajar
Last Updated : 2025-12-17 Read more