"Jogja, Bu. Pak Baskoro punya banyak lahan dan proyek pariwisata berkelanjutan di sana. Beliau ingin aku memimpin tim di sana. Kita bisa pulang ke kota kelahiran Ayah. Kita bisa cari rumah yang tenang, dan yang pasti... jauh dari perusahaan Bintara."Mendengar kata "Jogja", air mata Dina perlahan luruh. Itu adalah kota di mana ia dan mendiang suaminya menghabiskan masa awal pernikahan sebelum akhirnya terjebak dalam kerasnya ibu kota yang merenggut kesehatan suaminya."Jogja?" suara Dina bergetar. "Beneran, Fre? Kamu gak bercanda, Kan?""Iya, Bu. Pak Baskoro sudah menyiapkan semuanya. Fasilitas, tempat tinggal, dan jaminan karier. Di sana, aku akan punya posisi sendiri."Dina langsung memeluk Freya erat, menangis syukur di pundak putrinya. "Alhamdulillah... Ini jawaban dari doa Ibu. Ibu gak mau melihatmu layu di sini, Freya. Ibu gak mau kamu mati pelan-pelan karena tekanan mereka."Freya membalas pelukan ibunya dengan erat. Namun, di balik rasa lega Dina, hati Fr
Last Updated : 2026-01-15 Read more