Inilah pertama kalinya dia berhadapan langsung dengan Aksa dalam jarak sedekat ini, tanpa kaca mobil atau penghalang apa pun."Hati-hati, jagoan," suara Arya mendadak melunak, jauh dari nada bicaranya yang biasanya dingin.Arya berjongkok di depan Aksa. Bukannya marah karena dokumennya berantakan, dia justru mengulurkan tangan untuk membantu Aksa berdiri. "Kamu gak apa-apa? Ada yang sakit?"Aksa menatap pria di depannya dengan rasa ingin tahu yang besar. Anak itu tidak tampak takut, justru dia merasa ada sesuatu yang menarik dari pria asing ini. "Aksa nggak apa-apa, Om. Maaf ya, Aksa nggak lihat tadi."Aksa kemudian ikut berjongkok, membantu Arya memunguti lembaran kertas yang berceceran. "Ini punya Om? Banyak banget tulisannya."Arya tersenyum tipis. "Iya, itu kerjaan Om. Kamu namanya Aksa?"Aksa mengangguk mantap. "Iya! Nama lengkapku Aksara Bhumi. Tapi Ibu panggilnya Aksa aja. Om siapa? Temannya Ibu?"Arya terdiam sejenak, tenggorokannya terasa tercekat. Dia ingin menjawab 'Aku Aya
Last Updated : 2026-01-21 Read more