Keesokannya. Setelah rapat bersama tim telah usai, Freya melangkah keluar dari ruang rapat paling terakhir. Namun baru saja dia melewati pintu, sebuah tangan kokoh menarik lengannya dan membawanya ke sudut lorong yang sepi. Itu Arya.Dengan wajah yang kusut, Arya langsung menatap Freya dengan tatapan mengintimidasi. "Freya, apa yang kamu lakukan kemarin di butik?" tanya Arya dengan suara rendah. "Zea histeris semalaman. Dia bilang kamu sengaja mempermalukannya dan berbuat aneh-aneh di depan umum."Freya mencoba melepaskan cengkeraman Arya, namun Arya justru mempereratnya. "Dengar, Fre... aku bukannya mau menyalahkanmu, tapi tolong, jangan berbuat aneh dengan Zea. Apalagi sampai memancing amarah keluarganya."Freya tertawa getir. "Berbuat aneh? Jadi menurutmu, saya yang memancing keributan? Kamu gak tanya apa yang dia lakukan pada saya, Pak Manajer?""Aku tahu dia mungkin memprovokasimu, tapi kamu harus paham posisinya!" Arya mengusap wajahnya dengan frustrasi. "
Last Updated : 2026-01-17 Read more