Pagi itu, Sky Tower diselimuti kabut tipis yang membuat gedung pencakar langit itu seolah melayang di atas awan. Namun, ketenangan di penthouse lantai 50 terusik oleh kedatangan sebuah benda kecil.Bukan bom, bukan jari yang dipotong, melainkan selembar amplop.Amplop itu tergeletak di nampan perak yang dibawa Victor. Warnanya krem tebal, bertekstur mahal, dengan segel lilin merah berlogo huruf 'K' kuno—logo keluarga Kael sebelum Damian mengubahnya menjadi logo korporat modern.Damian menatap amplop itu seolah benda itu mengandung antraks. Dia tidak menyentuhnya. Dia sedang duduk di meja makan, kemeja putihnya sudah rapi, tapi dasinya belum terpasang."Dari Nenek Martha?" tanya Damian, suaranya datar namun matanya menyipit."Diantar langsung oleh kepala pelayan beliau, Tuan," jawab Victor. "Khusus untuk Nona Elena."Elena, yang sedang mengoleskan selai stroberi ke roti panggangnya, berhenti. Dia meletakkan pisau roti."Untukku?" Elena mengulurkan tangan."Jangan," cegah Damian. "Apapu
Last Updated : 2025-12-10 Read more