"Tentang Jaya, kamu... yang mengaturnya?" Tanya Gennie hati-hati.Darrel Wang menjawab tanpa ragu, "itu saya, kenapa ada masalah?"Gennie cepat-cepat menjawab, "tidak, hanya saja...""Gennie, ini perusahaan saya, otoritas terbesar ada ditangan saya." Ucap Darrel Wang tegas, "bagaimana dengan pekerjaan?""Jauh lebih baik.""Karena tidak ada pengganggu?" Darrel Wang masih saja membahas pria genit itu.Sepertinya iya, sejak Jaya tidak ada setidaknya tidak ada yang mengganggu pekerjaannya."Terimakasih." Ucap Gennie tiba-tiba."Untuk apa?" Darrel Wang mengangkat alisnya."Keduanya, coklatnya dan... Jaya.""Sudah sepantasnya, orang seperti ini akan menganggu ritme kerja, tapi kinerjanya juga bagus lebih baik dilemparkan saja.""Aku tahu, terimakasih." Daripada si Jaya itu, Gennie lebih berterima kasih atas coklatnya."Baik, keluarlah, kembali bekerja." Namun, saat Gennie hendak menutup pintu ia mendengar suara Darrel Wang lagi. "Panggil Sekretaris Jav ke sini.""Baik."•••Ketukan pintu te
Last Updated : 2026-04-11 Read more